Selasa, 26 Juli 2011

Sanur Beach, Sukowati, Dreamland Beach, 8 November 2010

Masih menyambung cerita saya di Bali. Pagi ini begitu cerah, waktu terbaik untuk menikmati pantai. Cahaya mataharinya masih bagus untuk pembentukan tulang. Membangunkan Karees dari tidurnya dan mengajak Angga, Rikky dan Andre ke Sanur. Nampaknya Rikky masih lelah, sehingga lebih memilih untuk melajutkan tidurnya sedangkan Angga asik dengan PC dihadapannya. Posting foto.
Pendopo Sanur
 Andre mengendarai mobil melesat menuju Sanur. Hanya 15 menit dari kediaman Karees kami sampai. Setelah parkir on the street kami berjalan menuju tepi pantai.
Sanur sebuah pantai dengan garis pantai yang cukup panjang dengan ombak yang tidak terlalu besar cukup nikmat dipandang mata pagi itu. Sepi tak banyak orang yang berenang. Mungkin kami yang terlalu pagi atau para bule yang kesiangan bangun? Entahlah. Yang jelas Sanur dengan pendopo yang berpadu dengan birunya langit serta gunung di kejauhan sana membuat pantai ini semakin memikat siapa saja yang datang.
Sanur
Sanur
Puas dengan air yang tenang di Sanur kami segera pulang. Orang – orang dirumah pasti menunggu kami membawakan sarapan. Kami meluncur melewati jalanan kecil sampai tiba di sebuah gang yang ada tukang jualan semacam nasi rames. Cukup murah untuk sebuah porsi yang besar. Sarapan tiba, segera makan dengan lahap sambil menunggu Om Fikri menjemput. Kami akan ke Pasar Seni Sukowati.

Hari terakhir saya di Bali akan dihabiskan untuk berbelanja oleh – oleh di Pasar Seni Sukowati. Pasar yang terletak tak jauh dari kota Denpasar ini menjual bermacam – macam cenderamata khas Bali dengan harga murah. Bagi penggila belanja tapi tidak ingin uangnya habis begitu saja, silahkan mampir ke pasar ini.

Selain ke Pasar Seni Sukowati, kami juga menunjungi Dreamland. Pantai yang terletak di kawasan Pecatu, sebuah daerah bagian selatan Bali. Pantai ini terletak tidak jauh dari Pura Uluwatu dan sudah lama terkenal karena keindahan, kebersihannya serta ombaknya yang besar. Saya sudah lama mendengar tentang eksotisme pantai ini, dan untungnya hari terakhir saya di Bali berkesempatan mencumbu ombaknya yang besar.
Dreamland
Tebing Karang Dreamland
Sewaktu memasuki kawasan wisata Pantai Dreamland, mata saya disuguhi akan pesona keindahan pantai ini. daerah yang berbukit dan memiliki tebing membuat seakan pantai ini lebih rendah daripada laut. Dreamland merupakan perpaduan pasir coklat keputihan  yang dikelilingi tebing berhiaskan hijaunya rerumputan tepat di atasnya. Benar – benar memanjakan mata.
Pasir Putih Dreamland
Mendung
Ombaknya yang besar membuat Dreamland sebagai kawasan wisata yang apik bagi para peselancar, maka tak heran jika berkunjung ke pantai ini banyak menemui peselancar layaknya di Kuta. Pembeda antara Kuta dan Dreamland adalah airnya. Air laut di Dreamland lebih bersih, biru kehijauan sedangkan di Kuta sedikit agak kecoklatan.  Untuk ketinggian ombak saya rasa Dreamland masih lebih baik.
Santai
Coklat Lembut
Karees
Habis Gerimis
Matahari Terbenam
Habiskan waktu hingga matahari terbenam membuat kami lupa waktu. Kami akan kembali ke Jakarta pukul 8 malam nanti. Memburu waktu, menembus macetnya Denpasar. Tergesa – gesa kembali ke rumah Karees, repacking dan langsung ke Bandara. Garuda akan mengantarkan kami ke Jakarta pada penerbangan malam. Dua hari yang menyenangkan di Bali. Lain kali harus kemBali mengunjungi pantai – pantai cantik dan mengunjungi Pura menawan di bawah kaki Gunung Agung.


-------
Thanks to Allah Maha Pemberi Nikmat
Terimakasih buat Karees, Om Fikri atas jamuan yang asik di Bali. :D
Foto : Angan, Angga
-------
Waktu kunjungan terbaik di Dreamland adalah sepanjang dunia masih berputar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar